Coban Rondo Malang

Coban Rondo adalah air terjun yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Coban Rondo ialah sebuah penamaan dari air terjun yang diambil dari kata janda kalau di artikan dalam Bahasa Indonesia.

Penamaan Coban Rondo diambil dari sejarah atau cerita yang beredar di tengah masyarakat yang mengatakan bahwa air terjun atau coban ini merupakan tempat persembunyian seorang wanita yang menunggu kedatangan suami di dalam air terjun.

Karakteristik Air Terjun Coban Rondo berada di ketinggian 1135 diatas pemukaan laut, untuk tinggi air terjun berkisar 84 meter dengan debit air mencapai 90 liter per sekon pada musim kemarau, jika musim hujan kecepatan air akan bertambah lebih deras dengan perhitungan 150 liter per sekon.

Sebetulnya Air Terjun Coban Rondo ialah air terjun bertingkat dengan tingkatan pertama ialah air terjun Coban Manten/Coban Dudo, kemudian aliran air mengalir kebawah menuju tempat yang bernama Coban Rondo.

Dikawasan Coban Rondo terdapat berbagai fasilitas dan wahana yang sedikit demi sedikit dibangun agar bisa menarik perhatian wisatawan, disini anda dapat menikmati keseruan wahana atau berfoto karena Coban Rondo mempunyai lokasi yang sangat cantik.

Untuk mengetahui semenarik apa keindahan dan keseruan di Coban Rondo. Yuk langsung saja kita ketahui bersama Five Wisata.

Coban Rondo Malang

Lokasi Coban Rondo Malang

Alamat: Jl. Coban Rondo, Krajan, Pandesari, Kec. Pujon, Malang, Jawa Timur

Jam Buka Coban Rondo Malang

Senin

Buka 24 jam

Selasa

Buka 24 jam

Rabu

Buka 24 jam

Kamis

Buka 24 jam

Jumat

Buka 24 jam

Sabtu

Buka 24 jam

Minggu

Buka 24 jam

 

Harga Tiket Masuk Coban Rondo Malang

Tiket Masuk (Domestik)

Rp15.000

Tiket Masuk (Mancanegara)

Rp30.000

Kereta Kelinci

Rp5.000

Sepeda Gunung

Rp5.000

Sepeda Tandem

Rp10.000

Taman Labirin

Rp10.000

Kuda Tunggang

Rp12.000

Fun Tubing

Rp35.000

Segway

Rp30.000

 

Eksplorer Coban Rondo Malang

 

Coban Rondo Malang

Bersepeda di Coban Rondo

Sebenarnya ada 2 pilihan yang dapat anda lakukan untuk bersepeda di Coban rondo, yang pertama gowes dengan menggunakan sepeda sendiri melalui rally hutan coban rondo, dan yang kedua dengan menggunakan sepeda yang sudah disediakan pihak pengelola tempat wisata.

Mengenai harga yang dipatok untuk sepeda yang disediakan pihak pengelola, anda dapat menikmati bersepeda di sekitar coban rondo dengan kocek sebesar Rp5.000 untuk sepeda gunung dan Rp10.000 sepeda tandem.

Camping di Coban Rondo

Tak hanya bersepeda, anda juga dapat merasakan kesejukan udara pagi hari dengan melakukan camping di Coban Rondo, pihak pengelola menyediakan tempat yang memang di khususkan untuk wisatawan yang hendak mendirikan tenda camping.

Keindahan dari tempat lokasi berkemah dapat anda lihat dan rasakan dengan menikmati panorama air terjun yang menghasilkan embun-embun yang begitu menyejukan, lengkap dengan suasana alam yang menawan.

Labirin di Coban Rondo

Tidak hanya memiliki daya tarik pada air terjunnya, sekarang Coban Rondo memiliki labiri yang juga dapat memberikan pengalaman mengenai arti susahnya mencari jalan keluar.

Untuk memasuki Labirin di Coban Rondo anda perlu mengeluarkan uang 10ribu per orang, maka anda dapat menulusuri lika liku ritangan yang menyesatkan. Untuk rutenya Labirin di Coban Rondo akan diubah untuk setiap hari, jadi anda jangan sombong dulu kalau baru pertama kali menemukan jalan keluar.

Outbound di Coban Rondo

Menjadi tempat wisata di malang yang di rekomendasikan untuk wisatawan yang membawa rombongan, Coban Rondo menawarkan paket outbound yang dapat anda rasakan keseruan dalam berbagai permainan.

Anda dapat menikmati banyak permainan yang sudah diatur dalam setiap paket yang ditentukan, untuk harga perpaket berkisar Rp550ribu-Rp1juta dengan durasi 2-3 hari.

Paint Ball di Coban Rondo

Olahraga yang berbentuk simulasi peperangan dengan mengerahkan kemampuan untuk mengalahkan lawan, juga ada di Coban Rondo. Paint Ball menjadi opsi menyenangkan yang dapat anda mainkan bersama rombongan.

Anda beserta rombongan yang berkisar minimal 20 orang dapat memainkan Paint Ball dengan biaya kurang lebih 150.000 dengan 2 sampai 3 jam. Kalau anda mau lebih murah, bisa mencoba Shooting Target yang tarifnya Rp10ribu per 5 peluru.

Keindahan Coban Rondo

Selesai dengan mencoba berbagai keseruan pada wahana yang diberikan, tentu tidak lengkap kalau tidak memberikan ghambara mengenai obyek utamanya, yaitu Coban Rondo atau Air Terjun Coban Rondo.

Keindahan yang dimiliki Coban Rondo memang begitu mengagumkan, apalagi kalau anda panda dapat bermain kamera, pasti jepretan untuk setiap foto yang dihasilkan sangat cantik dengan latar gebyuran air tejun.

Sejarah Coban Rondo Malang

Beredar kisah yang mengatakan Coban Rondo Malang merupakan sebuah tempat yang menceritakan tentang kisah sepasangan suami istri yang terpisah karena terjebak oleh keadaaan. Awal mula kisah ini diawali dari pasutri atau sepasang suamu istri yang baru saja menikah yang hendak pergi menuju tempat sang suami.

Sang suami ialah Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmara dan sang istri ialah Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi. Kisahnya pada hari ke 36 setelah pernikahan, Dewi Anjarwati yang merupakan istri dari Raden Baron Kusuma, mengajak Raden Baron Kusuma untuk pergi menuju ke tempat asalnya yaitu Gunung Anjasmara.

Namun karena pada waktu itu merupakan hari selapan atau hari ke 35 dalam ada Jawa, terdapat larangan dari kedua orang tua yang melarang keduanya untuk keluar dari rumah apalagi pergi ke Gunung Anjasmara.

Akan tetapi karena sudah diniatkan, keduanya tetap melakukan perjalanan untuk pergi ke Gunung Anjasmara, hingga ditengah perjalanan menuju Gunung Anjasmara mereka bertemu dengan Joko Lelono.

Joko Lelono yang tidak diketahui latar belakangnya terpikat dengan kecatikan Dewi Anjarwati dan berniat untuk merebut posisi dari Raden Baron Kusuma, sebagai seorang suami tentunya Raden Baron Kusuma tidak terima akan keinginan itu.

Maka terjadilah perkelahian sengit antara Raden Baron dan Joko Lelono selama 3 hari, dimana tidak ada pemenang karena keduanya tewas dan menyisakan Dewi Anjarwati yang terus menunggu dia air terjun yang sesuai dengan perintah sang suami.

Namun naas karena sang suami juga tewas, maka status dari Dewi Anjarwati berubah menjadi janda atau rondo dan tempat persembunyian nya kemudian diberi nama Coban Rondo, kalau di artikan namanya Air Terjun Janda.

Related Posts

Tentang Penulis

Add Comment